Terhubung dengan Sistem Silacak, Pembuangan Limbah B3 Dipantau dengan GPS

silacak

Keberadaan  limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) diawasi cukup ketat oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Mulai dari pengelolaan, pemanfaatan, pengolahan, pengumpulan, penimbunan, ekspor dan impor hingga proses distribusinya.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Nomor P.4/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020, Tentang
Pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Pada Bab II, Alat Angkut Limbah B3, Pasal 4 ayat 1 disebutkan alat angkut wajib memenuhi spesifikasi diantaranya
a. dilengkapi dengan prosedur bongkar muat;
b. dilengkapi dengan peralatan untuk penanganan
Limbah B3 yang diangkut;
c. dilengkapi dengan prosedur penanganan Limbah B3
pada kondisi darurat; dan
d. dilengkapi dengan GPS Tracking

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan pelaporan manifes secara elektronik dan pengawasan pengangkutan secara GPS Tracking (Silacak) untuk memantau pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun oleh perusahaan pengangkutan.

Pelaporan manifes secara elektronik dan pengawasan penangkutan secara Silacak maka perusahaan jasa pengangkutan dan pembuangan limbah B3 akan terus terpantau keberadaannya sampai ke lokasi pembuangan akhir karena terpasang GPS.

Perusahaan pengangkutan yang ketahuan membuang limbah B3 tidak di tempatnya akan dikenakan sanksi keras dan tegas berupa pencabutan izin usaha.

Intellitrac GPS Tracking System telah memudahkan perusahaan pengangkutan limbah B3 dalam proses ini. Sistem Intellitrac dan Silacak telah terintegrasi sehingga klien dengan mudah mengkoneksikan kendaraannya dengan sistem Silacak.

Lebih lanjut mengenai integrasi sistem Silacak dan Intellitrac GPS, silakan kontak kami melalui

📞 021-6325999 /021-6322195
📲 0811.456.789
📧 Sales@intellitrac.co.id

Dampak Besar dan Manfaat Teknologi IoT Pada Industri Manufaktur

Industri Manufaktur

Teknologi telah menjadi kunci bagi industri manufaktur untuk terus maju. Apalagi memasuki era industri 4.0, dimana penerapan teknologi IoT menjadi salah satu implementasinya. Apa itu IoT? Menurut definisi Bussines Insider  Intelligence, perangkat yang terhubung internet yang dapat dipantau dan/ atau dikendalikan. Setiap perusahaan yang menggunakan solusi IoT memanfaatkan ekosistem IoT, yang terdiri dari hal-hal seperti sensor, perangkat, remote, dasbor, jaringan, gateway, analitik, penyimpanan, dan lainnya.

IoT membantu dalam merancang, memproduksi, dan menjual produk maupun layanan. IoT dimanfaatkan mulai dari proses identifikasi model bisnis, proses merampingkan produksi dan mengelola pengalaman pelanggan. Bagaimana Industri Manufaktur Memanfaatkan IoT?

Optimalisasi Produksi / Just In Time (JIT)

Just In Time (JIT) adalah suatu sistem produksi yang dirancang untuk mendapatkan kualitas, menekan biaya, dan mencapai waktu penyerahan seefisien mungkin dengan menghapus seluruh jenis pemborosan yang terdapat dalam proses produksi sehingga perusahaan mampu menyerahkan produknya (baik barang maupun jasa) sesuai kehendak konsumen tepat waktu. Setiap hal dalam produksi akan terlacak dan tercatat ke dalam sistem kinerja manajemen yang real time.

Baca Juga Intellitrac GPS Tracking System Untuk Industri Manufaktur

Manajemen Supply Chain

IoT juga dapat menjadi solusi dalam merampingkan biaya distribusi dan logistik. Mulai dari proses perencanaan di gudang, koordinasi operator, proses distribusi hingga barang diterima oleh konsumen.

Pemeliharaan Fasilitas Manufaktur

Pemeliharaan fasilitas Manufaktur menggunakan teknologi seperti memasang perangkat pada peralatan memberikan sejumlah manfaat. Informasi pemeliharaan dapat dilihat oleh para staf melalui aplikasi yang dapat diakses secara real time.

Sumber: Shift Indonesia – Miota

Intellitrac GPS Technology, Solusi IoT Supply Chain untuk Industri Ritel

IoT untuk Industri Ritel dan Supply Chain

Di masa pandemi, perusahaan ritel mengalami pukulan telak. Penurunan penjualan ritel akibat pandemi tidak hanya dialami oleh Indonesia tetapi global.  Menurut Forrester, sebuah lembaga riset bisnis yang berbasis di Inggris, penjualan ritel diperkirakan turun hingga 9,6% atau setara 2,1 triliun dolar. Meski demikian, banyak perusahaan ritel mulai beroperasi kembali dan bangkit dari pandemi Covid-19.

Transformasi digital atau IoT (Internet of Things) dianggap sebagai solusi yang paling tepat untuk memulihkan industri ritel. Karena penjualan akan semakin beralih dari toko offline ke toko online. Daya tahan atau ketangguhan perusahaan ritel dan supply chain-nya akan lebih diuji lagi. Sebab bagi kebanyakan perusahaan ritel, supply chain teramat penting agar produk yang mereka jual sampai ke tangan konsumen.

Zebra Technologies Corporation mengumumkan hasil studi 12 th Annual APAC Shoper Study yang menganalisis perusahaan-perusahaan ritel dalam hal teknologi untuk memecahkan masalah kronis dalam berbelanja. Hasil studi ini menunjukkan, perusahaan ritel berencana memanfaatkan berbagai teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Solusi IoT Supply Chain

supply chain

Di Intellitrac, teknologi GPS Tracker telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat mendukung industri ritel. Tidak hanya pada pemantauan real time, Teknologi Intellitrac telah memungkinkan supply chain terkoordinasi dengan baik. Mulai proses perencanaan, koordinasi operator, prosedur distribusi, pelacakan real-time, hingga barang diterima oleh konsumen.

Solusi Intellitrac GPS untuk supply Chain:
1. Monitoring perjalanan dari gudang sampai ke tempat customer
2. Transfer informasi secara real time
3. Dokumentasi pengiriman dan shipment detail
4. POD (Proof of delivery) konfirmasi pengiriman barang dari mobile App
5. Report analisa perfomance

Intellitrac akan terus berinovasi dan berkomitmen penuh untuk turut memajukan perkembangan industri ritel di Indonesia. Terlebih pada masa-masa sulit akibat pandemi dan peralihan adaptasi kebiasan baru, Intellitrac siap membantu seluruh industri dan mendukung pemerintah dalam memulihkan perekonomian di Indonesia.