Tren Jasa Pengiriman Barang Melonjak di Tengah Pandemi yang Merebak

Jasa Pengiriman Barang

Sejak kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia, Pemerintah praktis memberlakukan berbagai kebijakan untuk menanggulanginya. Masyarakat pun dihimbau untuk menerapkan protokol kesehatan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga bantuan khusus bagi yang terdampak pandemi. Perubahan besar terjadi di berbagai sektor industri bahkan dikabarkan bebebrapa di antaranya gulung tikar dan pemutusan hak kerja besar-besaran. Meski demikian, industri jasa pengiriman barang justru mengalami kelonjakan yang cukup drastis.

Pandemi telah mengubah perilaku masyarakat untuk berbelanja secara daring atau online. Pilihan berbelanja secara daring tidak lepas dari kebijakan pemerintah untuk bekerja dari rumah, pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan, restoran dan aturan lainnya. Oleh karenanya jasa pengiriman barang berperan penting sebab membantu mengurangi penyebaran virus corona.

Melalui data RedSeer, selama pandemi bisnis jasa logistik tumbuh hingga 100 persen. Tercatat pula pengguna layanan e-commerce dan marketplace meningkat hingga 69 persen. Pertumbuhan e-commerce pada masa pandemi ini membuka peluang besar bagi jasa pengiriman barang di Indonesia, baik pengiriman domestik maupun luar negeri.

Lonjakan besar pengguna layanan e-commerce

Dalam laporannnya, RedSeer mengatakan ekosistem e-commerce Indonesia berkembang pesat untuk memenuhi tantangan dan peluang dari Covid-19. Hal ini dikarenakan peningkatan jumlah pengguna layanan e-commerce pada masa pandemi yang tumbuh pesat dibandingkan keadaan biasa.

Perusahaan e-commerce dan jasa pengiriman dapat memanfaatkan peluang, setidaknya  dengan memenuhi tiga kebutuhan utama pelanggan yaitu kecepatan pengiriman, keamanan produk, dan variasi produk. Selain itu, harga pengiriman yang kompetitif dapat menjadi faktor tambahan yang harus diperhatikan saat melayani di luar wilayah Jawa.

Bagaimana meningkatkan jasa layanan pengiriman barang di masa pandemi?

Digitalisasi adalah jawaban yang paling tepat. Di Intellitrac GPS Tracking System, fitur telah disesuaikan dengan kebutuhan industri termasuk di dalamnya industri logistik. Di antaranya laporan kinerja tepat waktu, TMS (Transport Manajemen System), POD (Proof of Delivery), estimasi waktu pengiriman, dan fitur unggulan laiinya.

Kenalan dengan Teknologi GPS Tracker Untuk Industri Logistik, Jasa Pengiriman Barang, & Kurir

Multitracking: Cara Mudah Pantau Kendaraan dalam Satu Monitor

multitracking

Kendaraan operasional perusahaan memegang andil yang cukup besar dalam mendukung aktivitas perusahaan, proses distribusi produk dan posisi penting lainnya. Berbagai kegiatan perusahaan yang melibatkan staff pun tidak terlepas dari aktivitas kerja yang mengharuskan mereka berada di luar kantor. Bagaimana manajemen monitoring kendaraan operasional yang jumlah armadanya cukup banyak?

IntelliTrac GPS Tracker memungkinkan pengguna memantau lebih banyak kendaraan secara real time dalam satu monitor. Multitrack Intellitrac cukup informatif dan sangat membantu pengguna yang memiliki kendaraan dengan jumlah yang banyak.

Pengguna dapat mengetahui update dari masing-masing kendaraan. Tak perlu mengecek satu persatu, pengguna hanya perlu mengakses menu multitrack, memilih kendaraan mana saja yang akan dipantau. Selanjutnya pengguna akan dibawa ke tampilan Monitoring Multitrack.

Baca juga 7 Cara Mengetahui Kecurangan Oknum Sopir dari Laporan GPS Tracker

Fitur monitoring Multitracking menggunakan tampilan split screen satu peta, satu kendaraaan. Dengan default tampilan pada layar monitor adalah 12 kendaraan per Sesi. Fitur multitrack juga menampilkan Peta, Geofence, dan Tracking Line.

Tak hanya itu saja, ada fitur replay (laporan perjalanan yang sudah lewat dengan menampilkan pergerakan kendaraan) yang bisa dimanfaatkan untuk melihat history kendaraan.

Ulasan lainnya Intellitrac GPS Technology, Solusi IoT Supply Chain untuk Industri Ritel