Implementasi Modul GPS pada Kendaraan Bermotor Berbasis Internet of Things

modul GPS

Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor tidak terlepas dari kurangnya sistem keamanan dan perlindungan kendaraan. Pencegahan dalam pencurian tidak cukup jika hanya mengandalkan kunci ganda atau kunci kunci setir. Kendaraan perlu dilengkapi dengan perangkat teknologi yang dapat memantau dan mengontrol kendaraan secara jarak jauh. Dengan demikian pemilik kendaraan tidak perlu khawatir, karena kendaraannya memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi sehingga meminimalisir terjadinya kasus pencurian.

Perkembangan teknologi IoT (Internet of Things) memungkin hal tersebut dapat diimplementasikan pada kendaraan. Selain itu, dengan memanfaatkan modul GPS (Global Positioning System) di dalamnya, maka akan tercipta sistem keamanan yang canggih. Bagaimana penerapannya?

Perangkat GPS dipasang dalam dashboard kendaraan, kemudian akan dihubungkan langsung ke aki sebagai suplai daya. Untuk pengiriman data ke server, katu GSM dipasangkan dalam perangkat. Ketika perangkatkan GPS diaktifkan, perangkat GPS akan menerima informasi posisi koordinat bumi dari satelit. Kartu GSM dalam alat GPS akan mengirimkan melalui sinyal GPRS melalui tower-tower operator ke server.

Baca Juga Aplikasi Intellitrac GPS Untuk Android dan iOS, Cara Mudah Memantau Produktivitas Kendaraan

Di dalam server semua data kendaraan akan diproses terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi lokasi, mengirimkan alert, laporan dan lainnya. Data posisi dan laporan terkait kendaraan bisa ditampilkan melalui web browser (Komputer), aplikasi desktop (Komputer), dan aplikasi Android/iOS.

Penggunaan sistem keamanan berbasis modul GPS dan IoT pada kendaraan merupakan teknologi terkini yang mulai banyak digunakan. Pemilik kendaraan dapat melacak dan memantau berbagai aktivitas kendaraan secara realtime, tidak terbatas tempat dan waktu. Jika terjadi indikasi pencurian, pengguna dapat mengontrol kendaraan dengan mematikan mesin dari jarak jauh.

Temukan produk GPS tracker yang tepat dan sesuai dengan bugdet Intellitrac GPS Tracker Products

Memaksimalkan Layanan Food Delivery Agar Makin Cepat dan Praktis

food delivery

Sejak diterapkan physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona, banyak bisnis kuliner dan restoran di Indonesia yang memberlakukan sistem baru. Mulai dari jam operasional, kewajiban menggunakan masker, membatasi layanan makan di tempat hingga menyediakan layanan food delivery. Hal ini dilakukan agar bisnis kuliner tetap bertahan.

Laporan Bisnow menyebutkan hal yang menarik dari industri kuliner dan restoran selama masa pandemi. Meski terjadi penurunan penjualan dan peningkatan pemberhentian karyawan, terdapat permintaan delivery makanan yang sangat tinggi.  Bahkan beberapa pelaku bisnis kuliner yang menutup restorannya, kini mulai beralih membuka lebih banyak cloud kitchen untuk memenuhi permintaan delivery. Cloud kitchen adalah sebuah fasilitas untuk mengakomodasi penjualan makanan tanpa konsep bersantap di tempat.

Nielsen Singapura dalam laporannya menyebutkan, layanan pesan-antar makanan mulai menjadi tren di Indonesia. Karena itu, potensi bisnisnya dinilai cukup besar. Executive Director of Consumer Insights Nielsen Singapura Garick Kea menyampaikan, masih ada 42% konsumen urban di kota besar belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir (Katadata).

Memaksimalkan Layanan Food Delivery Agar Makin Cepat dan Praktis

Hadirnya aplikasi pihak ketiga seperti cloud kitchen menawarkan layanan antar makanan membuat takeaway dan delivery menjadi jauh lebih praktis dan efisien. Namun banyak juga pelaku bisnis kuliner yang membuat layanan pesan antar sendiri untuk meminimalisir kendala dalam proses pengiriman. Semisal, keterlambatan pengiriman atau kerusakan yang mengakibatkan makanan tidak layak konsumsi. Karena hal ini sangat berkaitan dengan kepuasan konsumen, pelaku bisnis kuliner memilih mengelola sendiri layanan food delivery.

Bagaimana memaksimalkan layanan food Delivery agar makin cepat dan praktis?

Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah perangkat pendukung pengiriman seperti kendaraan, pengemasan makanan, food courier bag (dengan lapisan foil penjaga suhu sehingga makanan yang dibawa bisa tetap hangat/dingin), dsb.

Ke dua, sopir yang patuh dan mengenal jalan dengan baik. Ujung tombak dari layan pesan antar makanan adalah sopir. Makanan diterima dalam kondisi yang baik dan tepat waktu akan mempengaruhi kepercayaan konsumen.

Ke tiga, gunakan ceklist untuk mempermudah pengiriman. Apalagi jika lebih dari satu customer dengan lokasi yang berbeda-beda.

Ke empat, memanfaatkan teknologi GPS Tracker untuk memantau dan menganalisa kinerja pengiriman. Pengguna bisa memantau secara real-time proses pengiriman hingga makanan diterima tepat waktu.

Di Intellirac GPS, semua kebutuhan layanan food delivery terpenuhi . Mulai dari bisnis kuliner skala kecil, menengah hingga besar. Baik yang menggunakan sepeda motor maupun mobil.

Baca selengkapnya GPS Tracker untuk Layanan Food Delivery 

 

7 Cara Mengetahui Kecurangan Oknum Sopir dari Laporan GPS Tracker

laporan gps

Selain memproduksi barang yang berkualitas, suatu perusahaan harus memastikan produk yang dijual telah didistribusikan dengan baik. Apa saja yang harus diperhatikan agar distribusi barang berjalan lancar? Salah satunya adalah memiliki kendaraan operasional yang mumpuni.

Peran kendaraan operasional sangat penting karena aktivitas utama rantai pasok perusahaan akan berjalan dengan efektif dan efisien tergantung pada moda transportasinya. Yang tak kalah penting lagi adalah operator atau sopir yang menggunakan fasilitas kendaraan operasional. Sopir merupakan ujung tanduk dari proses distribusi. Peran sopir menentukan baik buruknya proses distribusi.

Meski demikian, kekhawatiran manajemen dalam hal pemberian fasilitas kendaraan operasional kerap ditemui seperti

  1. Kendaraan dibawa kabur atau dicuri sopir
  2. Kendaraan tidak diurus dengan baik sehingga rusak
  3. Disalahgunakan oleh karyawan untuk yang bukan kepentingan perusahaan
  4. Hilangnya komoditas atau produk yang akan didistribusikan
  5. Manipulasi penggunaan BBM
  6. Perilaku buruk sopir dalam berkendara
  7. Keterlambatan pengiriman barang

Permasalahan di atas dapat diketahui dan diantisipasi dengan memasang GPS Tracker pada kendaraan operasional. GPS Tracker yang diinstalasi pada kendaraan operasional memberikan laporan terkait kendaraan dan pengemudinya secara detail dan real time. Laporan juga dapat ditarik secara berkala. Laporan apa saja agar pengguna mengetahui kecurangan oknum sopir.

1. Journey Report
Laporan pergerakan kendaraan dari mulai mesin ON sampai mesin OFF.
Dalam laporan ini pengguna bisa mnegetahui secara detail perjalanan kendaraan seperti waktu, lokasi, total jarak tempuh, sopir dan area geofence

2. Fleet System
Fitur ini berguna untuk menampilkan informasi kendaraan, keadaan kendaraan, jadwal service kendaraan, dan lain sebagainya.

3. Utilization Summary
Ringkasan pemanfaatan penggunaan kendaraan berdasarkan:
– Off Duration
– Idle Duration
– Travel Duration

4.Door Open Outside Geofence
Pengguna bisa mendapatkan peringatan langsung jika pintu truk dibuka di luar area yang ditentukan.

5. Fuel Consumption
Laporan estimasi konsumsi bahan bakar pada saat perjalanan kendaraan. Rasio penggunaan dihitung berdasarkan penggunaan kendaraan dalam kondisi boros (KM/L City Driving) dan penggunaan kondisi irit (KM/L Highway Driving)

6. Driving Behaviour
Laporan yang berguna untuk mengetahui aktivitas pengemudi lakukan pada saat berkendara. Seperti Harsh Acceleration, Harsh Breaking, Overspeeding, dsbnya.

7. On-time Delivery Perfomance.
Laporan ini menginformasikan detail proses, status pengiriman dan estimasi waktu tiba

Terhubung dengan Sistem Silacak, Pembuangan Limbah B3 Dipantau dengan GPS

silacak

Keberadaan  limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) diawasi cukup ketat oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Mulai dari pengelolaan, pemanfaatan, pengolahan, pengumpulan, penimbunan, ekspor dan impor hingga proses distribusinya.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Nomor P.4/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020, Tentang
Pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Pada Bab II, Alat Angkut Limbah B3, Pasal 4 ayat 1 disebutkan alat angkut wajib memenuhi spesifikasi diantaranya
a. dilengkapi dengan prosedur bongkar muat;
b. dilengkapi dengan peralatan untuk penanganan
Limbah B3 yang diangkut;
c. dilengkapi dengan prosedur penanganan Limbah B3
pada kondisi darurat; dan
d. dilengkapi dengan GPS Tracking

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan pelaporan manifes secara elektronik dan pengawasan pengangkutan secara GPS Tracking (Silacak) untuk memantau pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun oleh perusahaan pengangkutan.

Pelaporan manifes secara elektronik dan pengawasan penangkutan secara Silacak maka perusahaan jasa pengangkutan dan pembuangan limbah B3 akan terus terpantau keberadaannya sampai ke lokasi pembuangan akhir karena terpasang GPS.

Perusahaan pengangkutan yang ketahuan membuang limbah B3 tidak di tempatnya akan dikenakan sanksi keras dan tegas berupa pencabutan izin usaha.

Intellitrac GPS Tracking System telah memudahkan perusahaan pengangkutan limbah B3 dalam proses ini. Sistem Intellitrac dan Silacak telah terintegrasi sehingga klien dengan mudah mengkoneksikan kendaraannya dengan sistem Silacak.

Lebih lanjut mengenai integrasi sistem Silacak dan Intellitrac GPS, silakan kontak kami melalui

📞 021-6325999 /021-6322195
📲 0811.456.789
📧 Sales@intellitrac.co.id

Dampak Besar dan Manfaat Teknologi IoT Pada Industri Manufaktur

Industri Manufaktur

Teknologi telah menjadi kunci bagi industri manufaktur untuk terus maju. Apalagi memasuki era industri 4.0, dimana penerapan teknologi IoT menjadi salah satu implementasinya. Apa itu IoT? Menurut definisi Bussines Insider  Intelligence, perangkat yang terhubung internet yang dapat dipantau dan/ atau dikendalikan. Setiap perusahaan yang menggunakan solusi IoT memanfaatkan ekosistem IoT, yang terdiri dari hal-hal seperti sensor, perangkat, remote, dasbor, jaringan, gateway, analitik, penyimpanan, dan lainnya.

IoT membantu dalam merancang, memproduksi, dan menjual produk maupun layanan. IoT dimanfaatkan mulai dari proses identifikasi model bisnis, proses merampingkan produksi dan mengelola pengalaman pelanggan. Bagaimana Industri Manufaktur Memanfaatkan IoT?

Optimalisasi Produksi / Just In Time (JIT)

Just In Time (JIT) adalah suatu sistem produksi yang dirancang untuk mendapatkan kualitas, menekan biaya, dan mencapai waktu penyerahan seefisien mungkin dengan menghapus seluruh jenis pemborosan yang terdapat dalam proses produksi sehingga perusahaan mampu menyerahkan produknya (baik barang maupun jasa) sesuai kehendak konsumen tepat waktu. Setiap hal dalam produksi akan terlacak dan tercatat ke dalam sistem kinerja manajemen yang real time.

Baca Juga Intellitrac GPS Tracking System Untuk Industri Manufaktur

Manajemen Supply Chain

IoT juga dapat menjadi solusi dalam merampingkan biaya distribusi dan logistik. Mulai dari proses perencanaan di gudang, koordinasi operator, proses distribusi hingga barang diterima oleh konsumen.

Pemeliharaan Fasilitas Manufaktur

Pemeliharaan fasilitas Manufaktur menggunakan teknologi seperti memasang perangkat pada peralatan memberikan sejumlah manfaat. Informasi pemeliharaan dapat dilihat oleh para staf melalui aplikasi yang dapat diakses secara real time.

Sumber: Shift Indonesia – Miota