Memaksimalkan Layanan Food Delivery Agar Makin Cepat dan Praktis

food delivery

Sejak diterapkan physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona, banyak bisnis kuliner dan restoran di Indonesia yang memberlakukan sistem baru. Mulai dari jam operasional, kewajiban menggunakan masker, membatasi layanan makan di tempat hingga menyediakan layanan food delivery. Hal ini dilakukan agar bisnis kuliner tetap bertahan.

Laporan Bisnow menyebutkan hal yang menarik dari industri kuliner dan restoran selama masa pandemi. Meski terjadi penurunan penjualan dan peningkatan pemberhentian karyawan, terdapat permintaan delivery makanan yang sangat tinggi.  Bahkan beberapa pelaku bisnis kuliner yang menutup restorannya, kini mulai beralih membuka lebih banyak cloud kitchen untuk memenuhi permintaan delivery. Cloud kitchen adalah sebuah fasilitas untuk mengakomodasi penjualan makanan tanpa konsep bersantap di tempat.

Nielsen Singapura dalam laporannya menyebutkan, layanan pesan-antar makanan mulai menjadi tren di Indonesia. Karena itu, potensi bisnisnya dinilai cukup besar. Executive Director of Consumer Insights Nielsen Singapura Garick Kea menyampaikan, masih ada 42% konsumen urban di kota besar belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir (Katadata).

Memaksimalkan Layanan Food Delivery Agar Makin Cepat dan Praktis

Hadirnya aplikasi pihak ketiga seperti cloud kitchen menawarkan layanan antar makanan membuat takeaway dan delivery menjadi jauh lebih praktis dan efisien. Namun banyak juga pelaku bisnis kuliner yang membuat layanan pesan antar sendiri untuk meminimalisir kendala dalam proses pengiriman. Semisal, keterlambatan pengiriman atau kerusakan yang mengakibatkan makanan tidak layak konsumsi. Karena hal ini sangat berkaitan dengan kepuasan konsumen, pelaku bisnis kuliner memilih mengelola sendiri layanan food delivery.

Bagaimana memaksimalkan layanan food Delivery agar makin cepat dan praktis?

Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah perangkat pendukung pengiriman seperti kendaraan, pengemasan makanan, food courier bag (dengan lapisan foil penjaga suhu sehingga makanan yang dibawa bisa tetap hangat/dingin), dsb.

Ke dua, sopir yang patuh dan mengenal jalan dengan baik. Ujung tombak dari layan pesan antar makanan adalah sopir. Makanan diterima dalam kondisi yang baik dan tepat waktu akan mempengaruhi kepercayaan konsumen.

Ke tiga, gunakan ceklist untuk mempermudah pengiriman. Apalagi jika lebih dari satu customer dengan lokasi yang berbeda-beda.

Ke empat, memanfaatkan teknologi GPS Tracker untuk memantau dan menganalisa kinerja pengiriman. Pengguna bisa memantau secara real-time proses pengiriman hingga makanan diterima tepat waktu.

Di Intellirac GPS, semua kebutuhan layanan food delivery terpenuhi . Mulai dari bisnis kuliner skala kecil, menengah hingga besar. Baik yang menggunakan sepeda motor maupun mobil.

Baca selengkapnya GPS Tracker untuk Layanan Food Delivery