GPS Sport Vest, Teknologi Baru Pemanfataan GPS

GPS Sport Vest

Pemanfaatan Sistem Pemosisi Global atau GPS (Global Positioning System) banyak dikembangkan untuk kebutuhan manusia. Inovasi datang dari kerjasama Australian Institute of Sport (AIS) dan Cooperative Research Centres (CRC) yang menciptakan GPS Sport Vest.

Secara garis besar, GPS Sport Vest berfungsi untuk mengukur kemampuan seorang pemain dalam mengikuti sesi latihan. Alat ini nantinya akan mengirimkan data soal pergerakan pemain, jarak tempuh berlari, dan kecepatan. Data-data tersebut nantinya dikirim ke aplikasi yang terhubung di smartphone.

BACA JUGA Pantau dan Lacak Kendaraan dengan Kamera GPS Intellitrac

Awalnya, teknologi ini digunakan untuk memaksimalkan performa atlet Australia. Seiring berjalannya waktu fungsinya kian berkembang. Beberapa klub besar seperti Chelsea, Tottenham, Bayern Munich menerapkan system ini pada pemainnya.  Pada 2015, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional menyetujui penggunaan GPS Sport Vest dipakai selama pertandingan, yang memungkinkan klub untuk melihat secara real time pergerakan pemain.

Di Indonesia, teknologi ini juga sudah mulai digunakan oleh para pemain. Penggunaan GPS Sport Vest dianggap dapat meningkatkan performa pemain, meminimalisasi cedera, dan mendukung proses pemulihan cedera.

Bagaimana untuk menganalisa performa kendaraan? Bisakah GPS serupa? Tentu berbeda. Intellitrac memiliki rangkaian produk GPS Tracker untuk berbagai jenis kendaraan. Untuk detailnya, silakan klik tautan berikut https://www.intellitrac.co.id/gps-products/

Anda juga dapat menghubungi kami melalui layanan:

📞 021-6325999
📲 0811.456.789
📧 Sales@intellitrac.co.id
💻 IntelliTrac.co.id

Kemenhub Wajibkan Kendaraan Umum Pakai GPS, Jika Tidak Ini Akibatnya

kemenhub

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mewajibkan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum untuk memasang alat pemantau pergerakan kendaraan secara elektronik atau Global Positioning System (GPS). Dikutip dari Kontan.id, Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, beleid ini sudah diterapkan dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan angkutan umum.

“Kita punya target 1 tahun. Jadi selama 1 tahun itu dia terus melakukan perbaikan-perbaikan dan penambahan GPS di kendaraan motor. Ini sesuai dengan kesepakatan dengan para operator,” tutur Yani kepada Kontan.co.id. Waktu satu tahun yang dimaksud adalah sampai Agustus 2020. Setelahnya, kendaraan bermotor umum yang tak memiliki GPS akan dikenakan sanksi atau tidak diperpanjang izinnya.

Yani pun mengakui, masih ada kendaraan bermotor umum yang belum memiliki GPS. Dia mengatakan, sesuai dengan kesepakatan para perusahaan angkutan umum dengan pemerintah, perusahaan masih diberi kesempatan dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Yani menambahkan,  pemasangan GPS tersebut juga akan menjadi salah satu syarat perizinan kendaraan, baik perpanjangan ataupun yang baru. Nantinya, akan mengintegrasikan semua GPS yang ada di Indonesia.

Peraturan baru ini merupakan salah satu upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menekan angka kecelakaan pada angkutan umum dengan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK).

Petunjuk teknis mengenai kewajiban pemasangan GPS ini sudah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor:KP.2081/AJ.801/DRJD/2019. Dalam KP 2081/2019 tersebut beberapa informasi yang dimuat dalam GPS seperti pantauan kendaraan secara real time melalui google map, informasi kecepatan (odo meter) address location, dan google view street, informasi lokasi asal dan tujuan kendaraan, rute perjalanan tiap kendaraan, durasi perjalanan setiap kendaraan, mampu memberikan peringatan batas kecepatan, manajemen aset data dan pengemudi, record data perjalanan minimal 7 hari kerja dan lain sebagainya.

Bagaimana GPS Tracker Bekerja dan Mengirim Data Kendaraan?

GPS Tracker Bekerja

Kendaraan yang diinstalasi GPS Tracker memudahkan pemiliknya melacak dan memantaunya. Mulai dari kendaraan dinyalakan, jalur & jarak yang ditempuh, berapa liter bahan bakar yang dihabiskan hingga kendaraan dimatikan. GPS Tracker memberikan semua informasi secara detail penggunaan kendaraan, bahkan dapat mencegah terjadinya tindak pencurian kendaraan maupun penyalahgunaan kendaraan. Lalu bagaimana GPS Tracker bekerja dan mengirim data kendaraan pada Anda?

Setiap Alat GPS yang diinstalasi di kendaraan menerima informasi posisi koordinat bumi dari minimal 3 satelit. Kartu GSM dalam alat GPS akan mengirimkan data melalui sinyal GPRS melalui tower-tower operator ke server IntelliTrac. Dalam server IntelliTrac semua posisi-posisi kendaraan akan diproses terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi lokasi, mengirimkan alert, dan lainnya.

Data posisi bisa ditampilkan melalui web browser (Komputer), aplikasi desktop (Komputer), mobile client browser (Handphone), mobile native application client (Smartphone), dan lain sebagainya.

Skema GPS Tracker

GPS Tracker Bekerja

GPS Tracker Bekerja

Untuk lebih lengkapnya, dapat menonton video ilustrasi di bawah ini.

Ingin tahu lebih banyak mengenai layanan GPS Tracking System dari Intellitrac? Silakan hubungi kami melalui :

📞 021-6325999
📲 0811.456.789
📧 Sales@intellitrac.co.id
💻 IntelliTrac.co.id

Dua Pelancong Dikabarkan Hilang di Pegunungan Kanada

Salju Longsor Meninggalkan Dua Korban

Dua pelancong asal Amerika dikabarkan menghilang di kawasan Pegunungan Kanada. Diduga kedua pelancong tersebut terjebak dalam peristiwa salju longsor, namun kebenaran berita tersebut masih diselidiki.

Sinyal dari piranti GPS yang dibawa oleh pelancong, menggiring tim pencari ke wilayah utara di kawasan Lake Louise. Namun sayang hasilnya nihil, ditambah lagi cuaca yang buruk, tim pencari hanya melihat bekas jejak kaki, namun tidak jauh jejaknya menghilang.  Pencarian akan dilanjutkan esok harinya ketika cuaca baik.

Sejumlah ruas jalan ditutup untuk menghindari salju longsor kembali.

Drone Ambulance Bakal Selamatkan Nyawa Manusia

Ambulance ‘Terbang’ Penanganan Cepat Hindari Macet

 

Drone Ambulance
Drone Ambulance Akan Selamatkan Nyawa Manusia

Terkadang bisa dilihat bahwa penanganan terhadap korban kecelakaan terhitung lambat. Ambulance yang sudah dihubungi datang terlalu lama hingga beberapa korban kehilangan nyawanya sebelum ambulance datang. Namun kini hadir drone yang diterbangkan tanpa pilot. Proses penurunannya pun lebih mudah dibanding helikopter.

Salah satu perusahaan yang berada di Austria mendesain ambulance drone tersebut yang dijalankan menggunakan GPS dan pemiliknya mengatakan jika meski ini bukanlah konsep seutuhnya namun ide seputar ambulance drone ini bisa benar-benar menjadi kenyataan. Ambulance drone masih berupa konsep, dan hingga kini para desainer masih membangun modelnya.