GPS Silacak, Tracking dan Monitoring Sistem Pembuangan Limbah B3 KLHK, Bagaimana Cara Kerjanya?

GPS Silacak

Sangat mudah menemukan aktivitas yang menghasilkan limbah B3 di sektitar kita. Mulai dari limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan/usaha baik dari sektor industri, pariwisata, pelayanan kesehatan maupun dari domestik rumah tangga. Mengingat sifatnya yang berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah B3 diawasi cukup ketat oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mulai dari pengelolaan, pemanfaatan, pengolahan, pengumpulan, penimbunan, ekspor dan impor hingga proses distribusinya. Salah satunya melalui aplikasi GPS Silacak.

GPS Silacak milik KLHK mampu memantau pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun oleh perusahaan pengangkutan. Perusahaan jasa pengangkutan dan pembuangan limbah B3 akan terus terpantau keberadaannya sampai ke lokasi pembuangan akhir. Ketika ada kecurangan seperti membuang limbah B3 tidak pada tempatnya,  akan ketahuan dan akan dikenakan sanksi keras dan tegas berupa pencabutan izin usaha.

Bagaimana cara integrasinya?

Hal pertama yang perlu dilakukan oleh perusahaan pengirim/pengangkut  limbah B3 atau pihak penghasil adalah menggunakan GPS Tracker. GPS Tracker harus diinstalasi di kendaraan pengangkut/pengirim. GPS inilah yang nantinya akan mengirim data detail aktivitas kendaraan, mulai dari perusahaan pengirim, pengangkut hingga penerima.

Pastikan juga penyedia layanan GPS yang Anda pilih telah terintegrasi dengan Aplikasi Silacak dan memiliki sertifikat resmi dari KLHK. Sebab tidak semua penyedia GPS terintegrasi dengan aplikasi Silacak. Setelah Anda memastikan semua hal tersebut, Anda cukup menginformasikan kendaraan mana saja yang akan diintegrasikan dengan Silacak.

Bagaimana cara kerjanya?

GPS Penyedia akan mengintegrasikan API dengan sistem Silacak sehingga dapat mengirimkan data lengkap terkait aktivitas kendaraan. Oleh karenanya penting memastikan apakah penyedia GPS yang Anda gunakan sudah terintegrasi atau belum.

Setelah perusahaan pengirim/pengangkut menginformasikan kendaraannya, perusahaan akan mendapatkan kode AVL atau ID GPS yang sesuai dengan nomor plat kendaraannya. Kode AVL/ID GPS inilah yang kemudian  perlu diinput di aplikasi Festronik milik perusahaan pengirim/pengangkut saat membuat manifest baru.

Ketika berhasil menginput kode AVL/ID GPS sesuai plat kendaraan, sistem akan otomatis mengirim data ke Silacak saat kendaraan mulai melakukan pengangkutan/pengiriman. Informasi lengkap terkait manifest juga akan tampil di aplikasi Silacak. Mulai dari data pengirim, pengangkut, penerima, status dikirim/diterima, hingga jumlah limbah yang dikirim/diterima.

Intellitrac GPS Telah Terintegrasi dengan Sistem Silacak

Intellitrac GPS Tracking System telah memudahkan perusahaan pengangkutan limbah B3 dalam proses ini. Sistem Intellitrac dan Silacak telah terintegrasi sehingga klien dengan mudah mengkoneksikan kendaraannya dengan sistem Silacak. Ada banyak perusahaan pengolahan/pengangkutan limbah B3 rekanan Intellitrac yang telah mengkoneksikan unitnya.

Lebih lanjut mengenai integrasi sistem Silacak dan Intellitrac GPS, silakan kontak kami melalui:

📞 021-6325999 /021-6322195
📲 0811.456.789
📧 Sales@intellitrac.co.id

Melacak dan Memantau Pengangkutan Limbah B3 dengan GPS Tracker

Pengangkutan Limbah B3 dengan GPS Tracker

Menurut Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Mengingat sifatnya yang berbahaya dan beracun, pengelolaan limbah B3 perlu diawasi dengan seksama. Oleh karenanya menjadi penting pengawasan pengelolaan limbah B3.

Pengelolaan limbah B3 cukup beragam. Mulai dari pemanfaatan, pengolahan, pengumpulan, penimbunan, ekspor dan impor hingga proses distribusinya. Oleh karenanya perusahaan diwajibkan mengantongi beberapa izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Seperti Izin Lingkungan, Izin Pemanfaatan, Izin Pengelohan, Rekomendasi Pengangkutan Limbah B3, dsb.

Izin/Rekomendasi Pengangkutan Limbah B3

Pengangkutan B3 adalah kegiatan pemindahan B3 dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan sarana angkutan.  Layanan rekomendasi pengangkutan limbah B3 yang diberikan meliputi pengangkutan menggunakan alat angkut darat dan/atau alat angkut laut (kapal).

Setiap alat angkut limbah B3 di darat wajib diberi simbol sesuai dengan karakteristik limbah B3 dan setiap wadah (container) limbah B3 wajib diberi label sesuai dengan karakteristik limbah B3 (menlhk.go.id).

Kendaraan Pengangkutan Limbah B3 Wajib Menggunakan GPS Tracking System

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Nomor P.4/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020, Tentang
Pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Pada Bab II, Alat Angkut Limbah B3, Pasal 4 ayat 1 disebutkan alat angkut wajib memenuhi spesifikasi diantaranya
a. dilengkapi dengan prosedur bongkar muat;
b. dilengkapi dengan peralatan untuk penanganan
Limbah B3 yang diangkut;
c. dilengkapi dengan prosedur penanganan Limbah B3
pada kondisi darurat; dan
d. dilengkapi dengan GPS Tracking

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan pelaporan manifes secara elektronik dan pengawasan pengangkutan secara GPS Tracking (Silacak) untuk memantau pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun oleh perusahaan pengangkutan.

Solusi GPS Tracking System dari Intellitrac

Sebagai layanan GPS Tracking System terkemuka, Intellitrac memiliki beragam fitur sesusai kebutuhan industri. Tidak terkecuali Industri jasa pengangkutan Limbah B3. Fitur Intellitrac memungkin penyedia jasa pengangkutan limbah B3 dipantau dan diintegrasikan dengan sistem Silacak milik KLH.

✅ Realtime Tracking
✅ Journey report
✅ Replay History
✅ Driver Journey
✅ Geofence Trip
✅ Utilization Summary

Terhubung dengan Sistem Silacak KLHK, Pembuangan Limbah B3 Dipantau dengan GPS

silacak

Keberadaan  limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) diawasi cukup ketat oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Mulai dari pengelolaan, pemanfaatan, pengolahan, pengumpulan, penimbunan, ekspor dan impor hingga proses distribusinya.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Nomor P.4/MENLHK/SETJEN/KUM.1/1/2020, Tentang
Pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Pada Bab II, Alat Angkut Limbah B3, Pasal 4 ayat 1 disebutkan alat angkut wajib memenuhi spesifikasi diantaranya
a. dilengkapi dengan prosedur bongkar muat;
b. dilengkapi dengan peralatan untuk penanganan
Limbah B3 yang diangkut;
c. dilengkapi dengan prosedur penanganan Limbah B3
pada kondisi darurat; dan
d. dilengkapi dengan GPS Tracking

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerapkan pelaporan manifes secara elektronik dan pengawasan pengangkutan secara GPS Tracking (Silacak) untuk memantau pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun oleh perusahaan pengangkutan.

Pelaporan manifes secara elektronik dan pengawasan penangkutan secara Silacak maka perusahaan jasa pengangkutan dan pembuangan limbah B3 akan terus terpantau keberadaannya sampai ke lokasi pembuangan akhir karena terpasang GPS.

Perusahaan pengangkutan yang ketahuan membuang limbah B3 tidak di tempatnya akan dikenakan sanksi keras dan tegas berupa pencabutan izin usaha.

Intellitrac GPS Tracking System telah memudahkan perusahaan pengangkutan limbah B3 dalam proses ini. Sistem Intellitrac dan Silacak telah terintegrasi sehingga klien dengan mudah mengkoneksikan kendaraannya dengan sistem Silacak.

Lebih lanjut mengenai integrasi sistem Silacak dan Intellitrac GPS, silakan kontak kami melalui

📞 021-6325999 /021-6322195
📲 0811.456.789
📧 Sales@intellitrac.co.id